Contoh format penulisan bab 2 :
Minggu, 22 Agustus 2010
Contoh format tinjauan pustaka
Sumber Tinjauan Pustaka
Bahan-bahan tinjauan pustaka dapat diambil dari berbagai sumber, seperti buku teks, jurnal penelitian, tesis dan skripsi, buletin, terbitan-terbitan resmi pemerintah dan lembaga-lembaga lain dan internet.
1) Buku Teks
Buku teks merupakan arsip ilmu pengetahuan tentang berbagai segi kehidupan (berbagai ilmu pengetahuan). Buku teks bisa juga diartikan salah satu jenis buku pendidikan yang berisi uraian bahan tentang mata pelajaran atau bidang studi tertentu, yang disusun secara sistematis dan telah diseleksi berdasarkan tujuan tertentu, orientasi pembelajaran, dan perkembangan siswa, untuk diasimilasikan.
Sementara itu Direktorat Pendidikan Menengah Umum (2004:3) menyebutkan bahwa buku teks atau buku pelajaran adalah sekumpulan tulisan yang dibuat secara sistematis berisi tentang suatu materi pelajaran tertentu, yang disiapkan oleh pengarangnya dengan menggunakan acuan kurikulum yang berlaku. Substansi yang ada dalam buku diturunkan dari kompetensi yang harus dikuasai oleh pembacanya (dalam hal ini siswa).
Buku teks masuk dalam katagori buku referensi. Referensi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia edisi ketiga Balai Pustaka, mengandung makna sumber acuan, rujukan, petunjuk. Yang dimaksud sumber acuan diantaran buku teks (lembaran terjilid).
2) Jurnal Penelitian
Jurnal penelitian adalah majalah ilmiah yang berisi hasil-hasil penelitian dan pertemuan ilmiah (misalnya seminar), yang diterbitkan oleh himpunan profesi ilmiah. Jurnal ini berisi lebih dari satu artikel yang merupakan hasil karya para pakar dan ilmuwan. Misalnya jurnal penelitian yang diterbitkan oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).
3) Tesis, Skripsi dan Disertasi
Skripsi, Tesis, dan Disertasi adalah karya tulis ilmiah yang disyaratkan untuk lulus pendidikan jenjang S-1, S-2 dan S-3. Dalam penulisan Skripsi, Tesis, dan Disertasi sebenarnya sama, bedanya semakin tinggi tingkatannya, maka semakin dibutuhkan banyak data-data otentik dan teori-teori yang harus dirujuk sebagai dasar penelitian, dan juga cara penyajiannya mulai dari hanya mendeskripsikan suatu obyek penelitian sampai dengan menghasilkan suatu teori berdasarkan fakta-fakta empiris.
4) Buletin
Buletin adalah tulisan ilmiah pendek yang terbit secara periodic yang berisi catatan-catatan ilmiah atau petunjuk ilmiah tentang satu kegiatan operasional. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia edisi ketiga Balai Pustaka, buletin adalah media cetak berupa selebaran atau majalah berisi warta singkat atau pernyataan tertulis yang diterbitkan secara periodic oleh suatu organisasi atau kelompok profesi tertentu.
5) Media Elektronik dan Internet atau on line
Di era globalisasi dengan kemajuan yang sangat pesat dibidang informasi dan teknologi, banyak informasi ilmiah yang tersedia untuk diakses secara elektronis atau on-line. Informasi ilmiah tersebut tersedia dari media seperti: CD, rekaman suara, rekaman video, dan lewat internet.
Mencari informasi ilmiah secara on-line mempunyai beberapa keuntungan, yaitu antara lain: tersedia banyak informasi yang dapat dipilih, informasi elektronik biasanya lebih baru karena prosesnya lebih cepat dari pada literature yang berupa media cetak, dan hasilnya sudah berupa tulisan yang bisa langsung dipakai atau di edit sesuai kebutuhan.
Bahan Tinjauan Pustaka
Bahan tinjauan pustaka adalah tulisan berisi teori-teori yang bisa mendasari dalam olah pikir sehingga permasalahan yang diajukan dapat dicari jawabannya. Olah pikir yang dimaksud disini adalah cara berpikir peneliti dalam merencanakan langkah-langkah penelitian, melakukan penelitian, menganalisa hasil penelitian, membahas hasil penelitian sampai menyimpulkan hasil penelitian. Semua aktivifitas yang berhubungan dengan penelitian tersebut akan lebih kuat dan diakui secara ilmiah jika selalu berpedoman pada dasar teori yang sudah ada dari tinjauan pustaka.
Pemilihan bahan untuk tinjauan pustaka harus memperhatikan dua hal, yaitu:
1. Prinsip kemutakhiran
Prinsip kemutakhiran sangat penting dalam pengambilan buku sebagai sumber tinjauan pustaka, hal ini karena ilmu pengetahuan selalu mengalami perkembangan. Suatu teori efektif pada masa periode tertentu, tetapi kemungkinan pada masa periode berikutnya sudah ditinggalkan karena tidak sesuai dengan perkembangan zaman. Dengan prinsip kemutakhiran maka peneliti dapat memberikan alasan-alasan sesuai dengan perkembangan ilmu yang ada dizamannya.
2. Prinsip relevansi
Prinsip relevansi akan menghasilkan tinjauan pustaka yang sesuai, yang terkait dengan bidang atau topik penelitian. Suatu teori yang tidak ada hubungannya dengan penelitian seharusnya tidak dikemukakan dalam tinjauan pustaka karena akan mubazir, tidak akan memberikan dukungan pada hasil penelitian.
Tahap Penyusunan Tinjauan Pustaka
Langkah-langkah dalam penyusunan dan penulisan tinjauan pustaka bisa sebagai berikut:
1. Penelusuran Awal
Melakukan pencarian bahan pustaka dengan membaca judul-judul buku, artikel, hasil penelitian yang mempunyai topic sama dengan permasalahan yang akan diangkat sebagai karya ilmiah. Dengan cara melakukan pemeriksaan sepintas terhadap sumber pustaka yang tersedia dan dikaitkan dengan masalah penelitian yang akan diteliti. Dengan penelusuran awal ini, akan diperoleh informasi tentang banyak atau sedikitnya sumber pustaka yang relevan dan mendukung permasalahan penelitian. Dari data ini peneliti bisa menentukan apakah ide atau masalah yang akan diteliti cukup data, cukup literature atau tidak. Jika bahan pustaka yang terkait dengan permasalahan tidak mencukupi maka harus memilih, yaitu penelitian tetap dilanjutkan dengan keterbatasan literature atau apa harus ganti topik permasalahan lain dengan literature yang lebih mencukupi.
2. Penelusuran Sekunder
Penelusuran dilakukan terhadap sumber pustaka secara lebih mendalam dan relevan yang terkait dengan masalah penelitian. Sumber pustaka yang diperoleh diharapkan yang terbaru dan komprehensif baik berupa buku bacaan rujukan maupun laporan riset. Pada langkah ini pemilihan bahan pustaka lebih spesifik mengarah pada permasalahan. Teori-teori yang berkaitan dengan permasalahan dan pembahasan diinventarisir sesuai kebutuhan dan urutan yang benar. Tidak semua teori atau tulisan dalam bahan pustaka harus diambil karena meskipun dalam satu judul belum tentu kalau semuanya terkait dengan permasalahan atau pembahasan penelitian yang sedang dibuat.
3. Penulisan Hasil Penelusuran
Setelah bahan pustaka diperoleh dan diiventarisir, langkah selanjutnya adalah menyusun dan menulis tinjauan pustaka atau landasan teori. Urutan penulisan hendaknya memperhatikan urutan variable dalam judul atau dalam rumusan masalah. Misalnya judul penelitian “pengaruh pemberian pupuk A terhadap pertumbuhan daun tembakau” maka urutan yang baik dalam menyusun tinjauan pustaka adalah : pupuk (di dalamnya terdapat pupuk A), pertumbuhan, dan tembakau (di dalamnya terdapat daun tembakau).